Puluhan Domba Mati Penuh Luka Gigitan

MARTAPURA – Warga yang bermukim di tujuh desa di Kecamatan Buay Madang Timur dalam dua pekan resah. Puluhan kambing dan domba milik mereka ditemukan tewas dan sebagian luka-luka. Berdasarkan pengakuan sejumlah warga yang ditemui, Selasa (3/11) puluhan ternak kambing dan domba yang mati dan luka itu diduga akibat digigit hewan buas yang belum diketahui jenisnya itu. Namun dari bekas luka yang ada di bagian leher dan telinga hewan ternak warga ini kuat dugaan yang penyebab matinya ternak warga akibat digigit anjing liar atau sejenisnya.

“Kebanyakan ternak yang mati setelah digigit di bagian leher itupun kejadiannya pada waktu malam hari,” ungkap Sarimin (49) warga DesaKumpul Rejo. Hal yang senada juga diungkapkan Surminah (43) yangh mengaku empat ekor kambing miliknya yang ada didalam kandang sudah dalam kondisi tewas dan kaku dengan bekas luka bekas gigitan di sekujur tubuh.

“Akibat kejadian ini kami menjadi takut dan khawatir, terlebih harga satu ekor kambing atau domba sekarang ini paling murah Rp 500 kalau di hitung-hitung berapa sudah kerugian yang harus ditanggung,” tegasnya.

Dilain pihak Hendri warga Kumpul Rejo, mengaku dirinya sekitar pukul 04.00, Selasa (3/11) dinihari dikejtukan suara gaduh di bagian belakang rumahnya. Setelah dilihat ternyata domba miliknya tiba-tiba mati setelah digigit mahluk yang menyerupai anjing tersebut.

“Anehnya yang menjadi mangsa justru domba yang berbulu putih dan hitam saja, sedangkan yang warga kuning atau coklat sama sekali tidak diganggu,” urainya. Camat Buay Madang Timur Sutikman MM ketika dikonfirmasi membenarkan dengan adanya pemangsa ternak warga di sejumlah desa dalam Kecamatan yang dipimpinnya itu.

“Sekarang ini kita sudah menurunkan petugas untuk mengecek kebenaran kabar matinya puluhan ternak warga itu,” katanya.

Kepala Dinas Peternakan dan Peringkanan (Kadisnakkan) OKUT Drs Alief Yulianto MM, ketika dihubungi menegaskan pihaknya sudah melakukan upaya untuk mengungkap penyebab matinya puluhan hewan ternak warga di 7 desa dalam Kecamatan Buay Madang Timur diantaranya Desa Rowodadi, Kumpulrejo, Karang tengah, Srikaton, Sukoharjo, Sumber Mulyo dan Tanjung Mas.

“Data dilapangan diketahui untuk tujuh desa itu sudah tercatat 61 ekor ternak domba atau kambing warga yang mati dengan bekas luka gigitan dibagian leher, kaki dan telinga, sedangkan yang luka-luka namun masih hidup sebanyak 11 ekor,” jelasnya.

Ketika disinggung langkah yang dilakukan pihaknya untuk mengungakap penyebab matinya ternak warga ini, Alief menegaskan pihaknya sudah mengambil darah ternak warga yang kena gigitan namun masih hidup tersebut. Selanjutnya sample darah itu dikirim ke Balai Penyidik Vateriner Peternakan Wilayah III Sumatera yang ada di Lampung. “Selain itu hewan yang luka-luka ini kita obati dan dilakukan observasi selama 15 hari, nanti hasil dari uji laboratorium dan observasi akan diketahui penyebabnya. Apakah benar digigit anjing atau bukan, jika digigit anjing ada kemungkinan tertular rabies atau tidak,” katanya.

http://www.sripoku.com powered by Nursidiq Arizal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s