Sentra Tanaman Padi Terendam

BELITANG – Sriwijaya Post – Minggu, 3 Januari 2010- Banjir tahunan mulai melanda sebagian wilayah OKU Timur. Air yang menggenangi sedikitnya 1.037,25 hektare tanaman padi sawah garapan warga di 40 desa dalam 8 kecamatan itu, adalah dampak dari meluapnya tiga sungai, yakni Sungai Macak, Sungai Belitang, dan Sungai Komering.

Air yang menggenangi sawah itu mulai surut, namun yang kita khawairkan jika itensitas hujan kembali tinggi, maka luas areal padi yang tergenang diperkirakan akan bertambah lagi jumlahnya,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dinas TPH) OKU Timur, Ir H Tubagus Sunarseno, MSi, Sabtu (3/1).

Tubagus memprediksi, jika hujan terus terjadi dalam beberapa pekan mendatang, dikhawatirkan luas areal tanaman padi petani di kawasan ini akan terus bertambah. “Makanya kita tetap mengimbau agar petani secara berkala membersihkan saluran pembuangan air, sehingga genangan air dapat segera susut, dan tanaman padi yang tenggelam bisa terselamatkan,” kata Tugabus.

Dia merinci, areal padi sawah yang terparah tergenang luapan air terjadi di Kecamatan Semendawai Suku III dengan luas areal yang terendam 315 Ha yang tersebar di 13 desa, di Kecamatan Semendawai  Timur merendam 261,5 Ha di 8 desa, Buaymadang Timur 149,25 Ha tersebar di 5

desa, Madang Suku II 131 Ha di 6 desa, Belitang Madang Raya 82 Ha dengan cakupan 3 desa, Belitang Jaya 50 Ha melanda 3 desa, Buaymadang 40 Ha dan Belitang 8 Ha masing-masing melanda satu desa.

Genangan air ini masih terus dilakukan pemantauan oleh UPTD dan petugas terkait, sehingga jika nanti ada kerusakan tanaman padi petani dapat segera kita tangani,” urainya.
Guna meringankan beban petani yang padinya tergenang banjir, menurut Tubagus, pihaknya masih mendata jumlah alokasi bantuan salah satunya bantuan benih yang sekarang ini sudah

disiapkan pemerintah kabupaten melalui pos bantuan bencana. Dengan harapan petnai tidak menderita kerugian lebih besar lagi mengingat biaya produksi yang telah dikeluarkan petani sudah tidak terhitung, mulai dari biaya pengolahan lahan, penanaman bibit, pemupukan dan biaya produksi lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s